Tips Menahan Emosi Saat Puasa

Sulit untuk mempertahankan emosi sehari-hari, terutama saat puasa. Pasti ada hal-hal yang meluap emosi dan mulut berarti tidak-tidak. Sayangnya, salah satu syarat untuk mengatakan bahwa puasa itu sempurna adalah dengan sabar mengandung emosi dan kemarahan. Secara kasar, tidak adakah saran untuk menahan emosi selama puasa? Tentu ada, lihat saran di bawah ini.

Saran untuk menahan emosi saat puasa

1. Hindari situasi yang dapat memicu emosi
Pastikan Anda tahu persis situasi dan kondisi mana yang membuat Anda meledak dengan cepat dan menghindari situasi yang memicu emosi Anda. Misalnya, jika Anda tahu Anda akan marah terburu-buru (atau terburu-buru), Anda harus menyiapkan dan menyelesaikan semuanya lebih awal dari yang seharusnya.

Contoh lain, jika Anda merasa kecewa dengan kemacetan lalu lintas di ibu kota, pastikan untuk meninggalkan rumah 15-30 menit lebih awal dari biasanya untuk menghindari datang terlambat ke tujuan Anda.

Dengan sedikit antisipasi ini, Anda dapat menghindari situasi yang menjengkelkan ini dan berpuasa dengan lancar tanpa menjadi emosional.

2. Jangan dianggap terlalu serius, asosiasikan saja dengan humor
Selama puasa, banyak lelucon dan kegembiraan untuk membantu Anda mengelola hal-hal yang dapat membangkitkan emosi. Juga hindari membaca gosip dan masalah umum yang terkait dengan kebencian, sehingga puasa Anda tetap berlaku tanpa luka bakar emosional.

3. Latih untuk tetap santai
Latihan untuk tetap santai bisa menjadi salah satu tips untuk menahan emosi saat berpuasa untuk orang yang temperamental. Ada banyak cara untuk tetap santai, misalnya dengan teknik pernapasan dalam. Begitu Anda mulai menggerutu, segera temukan tempat yang tenang dan nyaman untuk duduk atau berbaring. Selanjutnya, coba jernihkan pikiran Anda saat Anda biasanya bernapas dan letakkan tangan Anda di perut.

Bernapaslah perlahan-lahan melalui hidung, biarkan dada dan perut bagian bawah mengembang hingga Anda merasa tangan Anda terangkat. Biarkan perut Anda mengembang hingga mencapai kapasitas maksimal. Tahan napas selama beberapa menit, lalu buang napas perlahan melalui mulut (atau mungkin melewati hidung jika Anda merasa lebih nyaman). Anda juga harus merasa tangan Anda turun perlahan. Ulangi selama beberapa menit.

Selama meditasi, Anda dapat mencoba memikirkan hal-hal yang menyenangkan dan memotivasi kata-kata. Anda juga dapat mengalihkan emosi dengan tidur, mendengarkan musik atau bersantai sambil berjalan.

4. Olahraga
Padahal, olahraga penting untuk menjaga kebugaran fisik saat puasa. Selain itu, berolahraga selama puasa juga bisa menjadi cara untuk menahan emosi dan kemarahan yang keluar karena olahraga dapat melepaskan hormon stres kortisol dalam tubuh dan menggantinya dengan hormon serotonin yang bahagia. Dengan demikian, emosi dan kemarahan selama puasa bisa agak dikontrol.

5. dengan tulus memaafkan
Ketika emosi tidak dapat dihentikan, kuncinya adalah melatih diri Anda untuk menjadi orang yang pemaaf, anggun dan sabar.

Jika Anda membiarkan kemarahan dan perasaan negatif lainnya diatasi, hal-hal positif lainnya akan berkurang. Tidak jarang, setiap hari atau bahkan di bulan puasa, Anda akan menjadi orang yang moody dan menyebalkan.

Ingatlah bahwa memaafkan lebih baik daripada dikenal sebagai orang yang emosional. Selain bisa menghindari efek buruk tertentu, memaafkan Anda juga bisa meningkatkan pahala ibadah yang dijamin di bulan rahmat ini.

Baca juga :