PDI-P mengakui dukungan DPR dalam penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud

Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto menyambut baik keputusan DPR menyetujui usul Presiden Joko Widodo terkait penggabungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

Menurut Hasto, hal ini menunjukkan bahwa FREP dan pemerintah memahami pentingnya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Ia berpendapat, dengan bergabungnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Riset dan Teknologi

, posisi BRIN akan semakin kuat, meski Perpres Nomor 74 Tahun 2019 tentang BRIN belum diundangkan.

Baca juga: Kemenristek dan Kemendikbud Akan Digabung, F-PKS: Keputusan yang Sangat Membingungkan

“Nasib BRIN semakin kuat. BRIN berdiri di bawah presiden. BRIN semakin menjadi infrastruktur yang sangat penting untuk mempercepat penguasaan iptek,” kata Hasto dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/4/2021).

“Bagi PDI-P, BRIN akan menjadi pilar ideologi kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Hasto mengaku teringat pesan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang menyampaikan pentingnya Indonesia dengan lembaga riset dan inovasi.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Bagi PDI-P, kata dia, tidak akan ada bangsa yang maju tanpa proses penguasaan iptek.

Oleh karena itu dianggap perlu bahwa BRIN berada di bawah presiden langsung.

Baca juga: Kemenristek Akan Digabungkan dengan Kemendikbud, BRIN Kemungkinan Ambil Alih Peran yang Tertinggal

“Itulah gunanya politik ideologis dalam membangun kedaulatan ekonomi kita,” ujarnya.

Terkait kekosongan yang tercipta akibat penggabungan dua kementerian tersebut, Hasto menegaskan semua pihak harus lebih banyak berbicara tentang kepentingan nasional dan bukan posisi.

LIHAT JUGA :

https://paskot.id/
https://politeknikimigrasi.ac.id/
https://stikessarimulia.ac.id/
https://unimedia.ac.id/
https://www.hindsband.com/
https://savepapajohns.com/
https://mudikbumn.co.id/