Jenis Kredit Berdasarkan Tujuan

Memahami pinjaman

Menurut Firdaus dan Aryanti (2009: 10)

Pada prinsipnya, bentuk pinjaman adalah uang bank yang disediakan untuk umum, dan kemudian uang itu akan dikembalikan ke bank selama periode tertentu, diikuti dengan pengembalian dalam bentuk bunga.

Tetapi atas dasar berbagai jenis bisnis dan berbagai elemen ekonomi yang mempengaruhi bisnis orang, jenis pinjaman ini dapat dilihat dari berbagai sudut.

Jenis pinjaman

Jenis pinjaman dengan sengaja

1. Kredit konsumen

Kredit konsumen adalah pinjaman yang digunakan untuk membiayai pembelian barang atau jasa yang dapat segera memberikan kepuasan kebutuhan manusia.

2. Pinjaman produktif

Pinjaman produktif adalah pinjaman yang digunakan untuk tujuan produksi dalam arti dapat menyebabkan atau meningkatkan utilitas (manfaat / penggunaan), seperti manfaat dari bentuk (utilitas formulir), utilitas tempat, utilitas waktu, atau manfaat dari properti (pemilik) / utilitas kepemilikan).

Jenis pinjaman berdasarkan aspek material

1. Kredit Uang

Pinjaman bank reguler biasanya diberikan secara tunai dan dikembalikan dalam bentuk tunai.

2. Pinjaman dalam bentuk non tunai (pinjaman non tunai)

Pinjaman dalam bentuk objek atau layanan biasanya disediakan oleh perusahaan dagang, dan sebagainya. Pinjaman non tunai ini biasanya disebut pinjaman perdagangan atau pinjaman perdagangan. Sedangkan pengembalian uang biasanya dalam bentuk tunai.

Jenis Kredit Berdasarkan Tujuan

Jenis pinjaman sesuai dengan metode penarikan dan pembayaran

1. Kredit secara kredit

Pinjaman pada saat yang sama, yaitu pinjaman, metode penarikan atau penyediaan dana, dilakukan segera, baik secara tunai dan dengan transfer ke rekening debitur.

2. Pinjaman rekening koran (pinjaman R / K)

Pinjaman surat kabar, yaitu Kredit, menyediakan dana yang dibuat dengan transfer ke rekening giro / giro atas nama debitur, sedangkan penarikan dilakukan dengan cek, rekening giro, atau dokumen transfer lainnya.

3. Pinjaman bertahap

Pinjaman bertahap, yaitu pinjaman, melalui penarikan atau penyediaan, dilakukan secara bertahap, misalnya, dalam tahap 2, 3, 4.

Biasanya pinjaman semacam itu disediakan untuk investasi yang memerlukan periode pengembangan dan implementasi yang panjang, seperti pinjaman untuk pembangunan pabrik dan pembelian mesin.

4. Pinjaman bergulir

Pinjaman berulang, yaitu pinjaman setelah menyelesaikan satu transaksi, dapat digunakan untuk transaksi berikutnya untuk waktu maksimum dan periode waktu tertentu.

5. Pinjaman untuk transaksi (pinjaman self-likuidasi)

Kredit untuk transaksi, mis. Pinjaman yang digunakan untuk membiayai transaksi adalah sumber pembayaran kembali pinjaman.

Jenis pinjaman sesuai periode waktu

1. Pinjaman pendek Kangka

Pinjaman jangka pendek, yaitu pinjaman dengan jangka waktu maksimum 1 (satu) tahun. Sebagai aturan, pinjaman jangka pendek cocok untuk membiayai kebutuhan modal kerja.

2. Pinjaman jangka menengah

Pinjaman jangka menengah, yaitu pinjaman untuk jangka waktu 1 (satu) tahun hingga 3 (tiga) tahun. Pinjaman jangka menengah ini biasanya diberikan dalam bentuk pinjaman modal kerja atau pinjaman investasi, yang relatif kecil. Misalnya, untuk membeli mesin ringan.

3. Pinjaman jangka panjang

Pinjaman jangka panjang, yaitu pinjaman untuk jangka waktu lebih dari 3 (tiga) tahun. Jenis pinjaman ini biasanya cocok untuk pinjaman investasi, seperti pembelian alat berat, konstruksi bangunan, pabrik, perkebunan, pinjaman perumahan (KPR) dan sebagainya.

Jenis pinjaman menurut sektor

1. Pinjaman pertanian

Pinjaman pertanian adalah pinjaman dengan tujuan produktif untuk meningkatkan hasil di sektor pertanian, baik dalam bentuk pinjaman investasi dan modal kerja.

2. Pinjaman gunung

Pinjaman pertambangan adalah pinjaman yang membiayai penambangan dan pengumpulan bahan tambang dalam bentuk bahan padat, cair dan gas, termasuk minyak, bijih logam, batu bara, dan barang tambang lainnya.

3. Pinjaman industri

Pinjaman industri adalah pinjaman yang terkait dengan bisnis atau kegiatan yang berubah bentuk, dengan mempertimbangkan manfaat dalam bentuk pemrosesan mekanik dan kimia dari satu bahan ke bahan baru yang dilakukan dengan bantuan mesin, tenaga manusia, dan lainnya.

Sumber : https://guruakuntansi.co.id/