Franka Makarim: Mendampingi BDR adalah tantangan sebagai orang tua

Pandemi Covid-19 telah mengubah kehidupan masyarakat secara mendasar.

Termasuk dalam kegiatan belajar siswa pada semua jenjang pendidikan. Di masa pandemi, orang tua wajib mendampingi anaknya mengikuti pembelajaran jarak jauh (PYY).

Hal ini tentu tidak mudah mengingat sebagian orang tua juga memiliki pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.

Franka Makarim, ibu dari PAUD Nasional dan Penasehat Dharma Wanita Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), mengumumkan bahwa ia telah belajar banyak selama tahun pandemi Covid-19 untuk menjadi ibu yang baik untuk menjadi .

Baca Juga: Puasa Bikin Awet Muda, Begini Penjelasan Dosen IPB
Franka Makarim belajar banyak

Apalagi saat ia bersama ketiga anaknya yang masih balita.

Selain itu, anak-anaknya berada pada usia yang membutuhkan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang memadai.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Menurut Franka Makarim, salah satu pelajaran dari pandemi Covid-19 adalah tantangan menjadi orang tua ketika anak harus belajar dari rumah (BDR).

“Saya juga belajar banyak tahun lalu. Termasuk menyadari pentingnya peran ibu dan ayah dalam memastikan anak belajar dengan baik, mengembangkan dan mengembangkan karakternya,” kata Franka di halaman Ruang Guru PAUD Depdikbud, Selasa 04/05/2021.

Baca juga: Anak Perusahaan Telekom Rilis Lowongan Lulusan D3/S1

Franka Makarim mengumumkannya pada peringatan Hardiknas tahun 2021 di halaman kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Minggu (5 Februari 2021) lalu.
Dinamika valuasi Hardikna 2021

Dalam kesempatan itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyatakan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional

merupakan dorongan yang tepat untuk menilai dan merevitalisasi pentingnya amanat konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Dampak pandemi Covid-19 yang telah menggerogoti berbagai aspek kehidupan kita, jangan sampai menghalangi kita untuk terus berkarya,” kata Bambang.

Bambang menjelaskan, dinamika Hardiknas tahun 2021 juga akan menciptakan kerja sama dan memperkuat komitmen nasional melalui perubahan pendidikan.

“Kita harus terus bergerak sekaligus mewujudkan kebebasan belajar,” tambah Bambang.

Baca juga: Hardiknas 2021: Ini 4 Hal yang Digunakan Jokowi Selama Sekolah

Sementara itu, Wakil Ketua X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti menambahkan, harapan dari dinamika ini adalah “kebebasan belajar, kampus mandiri” dan “mahasiswa Pancasila” dapat menjadi titik tolak keberhasilan pembinaan karakter generasi muda.

Apalagi membela NKRI yang kental dengan Bhineka Tunggal Ika.

Baca juga: Penyebab Skripsi Gagal, Kata Dosen Tiktok
Terobosan Kemendikbud, Ristek

Selama ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ristek terus berupaya menampilkan terobosan-terobosan pembelajaran gratis, antara lain:

  1. Merdeka Learning Episode 1 yang merupakan terobosan pada empat poin kebijakan agar paradigma dan metode belajar mengajar kuno dapat terus maju.
  2. Merdeka Belajar Episode 2: Kampus Merdeka
  3. Merdeka Belajar Episode 3: Adaptasi Kebijakan Dana BOS
  4. Merdeka Learning Episode 4: Program Organisasi Motivator
  5. Merdeka Learning Episode 6: Transformasi Dana Pemerintah untuk Pendidikan Tinggi
  6. Merdeka Belajar Episode 7: Program Sekolah Motivasi

Baca juga: Sinar Mas Mining Buka Lowongan Kerja untuk S1 dan S2

  1. Merdeka Belajar Bagian 8 : Pusat Kompetensi SMK
  2. Merdeka Belajar Episode 9: Kuliah KIP Merdeka
  3. Merdeka Belajar Episode 10: Perluasan Program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan.

LIHAT JUGA :

https://indi4.id/
https://connectindonesia.id/
https://nahdlatululama.id/
https://www.bankjabarbanten.co.id/
https://ipc-hm2020.id/
https://sinergimahadataui.id/