Cara Mengobati Muntaber Pada Anak Usia 2 Tahun

rakyatsultra.co.id – Muntah terjadi karena peradangan pada saluran pencernaan yang menyebabkan muntah dan diare. Pada anak-anak, muntah harus dipertimbangkan karena anak-anak dengan penyakit ini cenderung mengalami dehidrasi. Karena itu, orang tua harus mengenali gejala muntah dan cara mengatasinya.

Anak-anak, terutama anak-anak di bawah usia 5 tahun, lebih rentan terhadap muntah daripada orang dewasa. Beberapa anak bahkan mungkin mengalaminya beberapa kali dalam setahun.

Ketahui penyebab muntah pada anak

Beberapa virus yang paling umum yang menyebabkan muntah pada anak-anak adalah rotavirus dan norovirus. Bukan hanya virus, berbagai jenis bakteri seperti E. coli dan Salmonella; Parasit seperti Giardia dan Entamoeba dapat menyebabkan muntah bahkan pada anak-anak.

Infeksi ini dapat terjadi jika anak-anak dengan feses mengkonsumsi air atau makanan yang terkontaminasi. Ini karena mikroorganisme, yang biasanya menyebabkan muntah, menyebar melalui tinja.

Selain makanan, muntah juga dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain, terutama dalam kondisi kebersihan dan kebersihan lingkungan yang tidak dihormati.

Infeksi dapat terjadi, misalnya, ketika seorang anak meletakkan tangannya di mulutnya, bahkan jika dia baru saja mengencangkan tangan muntah yang belum mencuci tangannya setelah buang air besar (BAB).

Walaupun lebih jarang terjadi daripada infeksi, muntah pada anak-anak juga dapat disebabkan oleh racun atau efek samping dari beberapa obat
Berurusan dengan Muntaber pada anak-anak di rumah

Berbagai gejala terjadi pada anak-anak dengan muntah, khususnya muntah, diare, mual, sakit perut, nafsu makan menurun dan demam. Pada infeksi bakteri atau parasit, anak-anak dapat mengalami bab darah.

Muntah virus biasanya membaik dalam 2-3 hari, meskipun diare dapat bertahan hingga 10 hari. Selama muntah, gejala yang dialami anak-anak dapat menyebabkan mereka kehilangan banyak cairan tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi.

Untuk alasan ini, Anda perlu melakukan beberapa langkah sederhana:

1. Tingkatkan periode istirahat

Anak-anak perlu tidur sekitar 10-12 jam setiap hari. Ketika dia sakit, dia membutuhkan lebih banyak istirahat untuk pulih dengan cepat.

Karena itu, cobalah untuk menciptakan suasana yang nyaman di rumah sehingga Anda dapat beristirahat dengan baik, seperti membaca cerita atau memainkan lagu untuk membantu anak-anak tidur lebih cepat.

Minta izin selama beberapa hari sebelum sekolah untuk mengizinkan anak beristirahat sampai dia pulih. Ini juga berguna untuk meminimalkan risiko penularan ke teman Anda di sekolah.

2. Pastikan anak banyak minum

Fase perawatan ini sangat penting agar anak tidak mengalami dehidrasi. Jika anak muntah atau merasa mual, berangsur-angsur beri dia minum. Jika anak masih menerima ASI, berikan saja. Berikan anak-anak minuman elektrolit yang lebih besar setiap kali mereka muntah atau diare.

3. Berikan makanan yang tepat

Dalam kasus muntah, anak-anak harus makan secara teratur sehingga tubuh mereka tidak lemah dan mengalami dehidrasi. Berikan makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Makanan yang dipilih harus lunak dan mudah dicerna, seperti pisang, nasi lunak atau bubur atau makanan yang mengancam seperti sup.

Susu dan produk olahan seperti yogurt dapat diberikan bahkan jika anak tidak memiliki masalah mengkonsumsinya. Alasan untuk ini adalah bahwa beberapa anak benar-benar mengalami diare setelah mengkonsumsi susu karena mereka memiliki alergi susu atau intoleransi laktosa.

Makanan yang kaya lemak dan gula, seperti makanan olahan, makanan yang digoreng, kue dan es krim, tidak boleh diberikan selama fase pemulihan muntah untuk menghilangkan gejala dengan cepat.

4. Hindari obat untuk diare

Anak-anak yang muntah sebaiknya tidak diberikan obat diare, terutama jika mereka berusia di bawah 12 tahun. Untuk meredakan demam dan nyeri, ibu bisa memberikan parasetamol.

Lebih lanjut, muntah tidak selalu membutuhkan antibiotik. Muntah umumnya disebabkan oleh infeksi virus yang tidak membaik dengan antibiotik. Obat ini hanya bertindak pada muntah karena infeksi bakteri.

Untuk menentukan penyebab dan tahapan pengobatan yang tepat, termasuk penggunaan narkoba, perlu berkonsultasi dengan dokter.

Sebagai tindakan pencegahan untuk anak-anak yang muntah, orang tua harus memastikan bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi anak-anak bersih dan secara teratur memastikan kebersihan lingkungan di rumah anak. Lengkapi rencana vaksinasi anak, termasuk pemberian vaksin rotavirus.

Mereka harus terbiasa mengajar anak-anak untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, menyentuh benda-benda kotor atau melakukan buang air besar.

Jika gejala muntah tidak membaik segera dalam dua hari, anak mengalami diare, disertai darah atau lendir, demam tinggi atau gejala dehidrasi, seperti bibir kering, mata cekung, air mata tidak terjadi ketika ia menangis, anak-anak melihat sangat lemah dan jarang kencing. Segera periksa dokter anak.

Sumber: obat alami muntaber pada orang dewasa

Baca Artikel Lainnya:

Manfaat Tidur Miring Ke Kanan Untuk Kesehatan

Unduh APK Mod Kinemaster tanpa tanda air